ombak


Agak mengejutkan apabila saya lebih cepat bangkit kali ini. Menjangkakan tempoh penyembuhan sekurang-kurangnya semalaman dalam setting yang suram dan gelap, sebagaimana pengalaman lalu, tapi lebih kurang dua jam kemudian, saya tahu saya tak mampu dah golek-golek atas katil lagi sambil menangisi nasib diri. Okay now whats next?

Segala puji bagi Allah yang memberikan kesembuhan dan kekuatan. Dan saya pohon moga Allah beri petunjuk dan keberanian untuk hari-hari yang mendatang.

Tak dapat diungkap apa yang bermain di jiwa,

to cry or not to cry
to blame people or not to blame
to regret or not to regret
to be ashamed or not to be ashamed
to pity self or not to pity self
to feel pathetic or not to feel pathetic

Konflik-konflik itu ada je, tapi seolah berada di 'luar'. Di 'dalam', sebenarnya tenang je dan angin petang bertiup sepoi-sepoi bahasa. Seolah di dalam tu ada signboard besar,

when He says no, then it is no good for me

Signboard tu, yang menghentikan konflik-konflik tu dari masuk, maka diorang pun main-main kat luar je lah.

Anywaysss, alhamdulillah 'ala kulli hal.
Rabbi inni lima anzalta ilayya min khayrin faqeer.

mungkin ombak tu datang bukan untuk tenggelamkan kita. tapi nak bersihkan. atau mungkin nak 'hanyutkan' kita ke tempat yang baru? :)

Bookmark the permalink. RSS feed for this post.

Leave a Reply

Powered by Blogger.

Search

Swedish Greys - a WordPress theme from Nordic Themepark. Converted by LiteThemes.com.